Agung Setiawan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, November 21, 2012

TUGAS BASIC KOMPUTER 2

1. Repeater

Repeater adalah perangkat keras yang memiliki fungsi utama untuk menghasilkan kembali sinyal listrik dari :
• Pembentukan kembali gelombang
• Penguatan gelombang
• Pewaktuan kembali sinyal

Tujuan digunakannya Repeater

Tujuannya adalah untuk memperluas atau meningkatkan segmen dari LAN melebihi batas kemampuan fisiknya yang biasa didefinisikan dengan nama Physical Layer’s Standard (contohnya Ethernet dengan 500 m dari 10Base5). Segmen LAN adalah jalur logika mirip seperti bus logika yang digunakan oleh semua tipe Ethernet 802.3.
Biasanya repeater digunakan untuk menghubungkan 2 gedung yang berdekatan yang terlalu jauh jika ingin memperluas segmennya. Dia juga dapat digunakan untuk menghubungkan floor dari sebuah bangunan yang melebihi panjang maksimum segmen yang diizinkan.

Karakteristik Repeater Segmen ke Segmen

Repeater bukanlah jaringan “de-segment”. Semua jalur yang nampak pada salah satu sisi dari repeater juga tampak pada kedua sisinya. Repeater hanya menangani karakteristik fisik dan elektrik dari suatu sinyal. Repeater hanya dapat bekerja pada Physical Layer yang sama tipenya. Seperti : Ethernet ke Ethernet, Token Ring ke Token Ring. Dia juga dapat menghubungkan 10Base5 ke 10BaseT sebab keduanya sama-sama menggunakan layer 802.3 MAC.

Pengalamatan Repeater : Lapisan MAC dan Segmen Jaringan

Alamat dari lapisan MAC digunakan untuk mengenali kartu jaringan pada jaringan. Repeater bersifat transparan pada keduanya sisi dari segmen dn pada kedua sisi dapat dilihat semua alamat pada MAC. Hal ini berarti jalur traffic apapun pada floor 1 dapat terlihat pada floor 5 dan sebaliknya.

Repeater tidak memberikan isolasi di antara segmen-segmen, sehingga hanya ada satu daerah tabrakan. Ketika menggunakan repeater harus dipastikan bahwa waktu tunda propagasi keseluruhan tidak melebihi lapisan fisik standar yang sedang digunakan. Anda dapat memparalel segmen dengan menggunakan multiport repeater. Multiport repeater mempunyai beberapa input dan output. Dan perlu diingat bahwa semua floor mempunyai nomor segmen yang sama. Dan tidak dibolehkan untuk membuat sebuah loop di antara 2 segmen dengan menggunakan dua buah repeater.
 

2. Hubs dan Switch

Hub disebut juga sebagai Multiport Repeater atau Concentrators. Beberapa hub ada yang tidak memakai microprosessor. Sedangkan Hub yang Inteligent (pintar, yang memakai Mikroprosessor) dapat mengadakan diagnosa dasar dan mengadakan test node untuk melihat apakah mereka terhubung dengan benar. Jika tidak maka Smart Hub atau Intelligent Hub akan menghilangkan titik atau node tersebut dari jaringan. Beberapa Smart Hub dapa dipoll dan diatur secara terpisah.

 Tujuan digunakannya Hub

Hub digunakan untuk memberikan Topologi Bintang Fisik (Physical Star Topology) . Topologi Logika adalah topologi yang tergantung pada Medium Access Control Protocol. Kemudian di tengah-tengah dari bintang adalah Hub dengan node-node jaringan pada pinggir bintang seperti pada gambar berikut :

keuntungan dari topologi ini adalah lebih mudah untuk memelihara dan mengatasi masalah pada jaringan yang besar. Anda dapat dengan mudah mengubah suatu workstation menjadi star topology dengan mengubah koneksi dari hub di bagian pusat dari pengkabelan. Seperti pada gambar berikut :

Kerugian dari Star Topology adalah :
• Kegagalan dari Hub dapat mengagalkan bagian utama dari jaringan.
• Star Topology membutuhkan pengkabelan lebih banyak dibandingkan dengan Bus Topology atay Ring Topology, karen semua stasiun harus dihubungkan ke hub, bukan ke stasiun berikutnya.

Karakteristik Hub Segmen ke Segmen

Untuk dapat memahami karakteristik Hub segmen ke segmen yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan bagaimana cara merekan beroperasi. Secara logika merekan seperti Topologi Bus dan secara fisik seperti Topologi Bintang. Berikut ini adalah skema bagian dalam dari Hub :

Jaringan Hub secara Cascade

Mengkaskade Hub berarti menghubungkan Hub secara bersama-sama dengan menggunakan port RJ45. satu Hub Master (Level 1) dihubungkan dengan banyak level 2 (Slave) yang merupakan master hari Level 3 (Hub). Jumlah maksimum stasiun Hub pada jaringan ini terbatas sampai 128.
Gambarnya sebagai berikut :

Jaringan Backbone (Tulang Punggung)

Pada jaringan Backbone, tidak ada Master Hub. Pada Level 1 Hub dihubungkan denga melalui port AUI ke Coax Backbone. Untuk Coax yang tipis lebih dari 30 hub dapat dihubungkan secara bersama. Kemudian untuk kabel koaksial (Coax) yang tebal lebih dari 100 hub dapat dihubungkan secara bersama. Dengan model ini lebih dari 1024 stasiun Hub dapat dibuat pada jaringan. Gambarnya sebagai berikut :

Pengalamatan Hub

Karena Hub tersusun dari banyak repeater dalam satu kotak, maka sembarang jalur network di antara nodenya dapat disambung untuk jaringan tersebut.

Half-Duplex & Full-Duplex Ethernet Hubs

Full-Duplex Ethernet Hub adalah Hub yang dapat digunakan untuk komunikasi 2 arah antara Hub-Hub dengan bandwith ganda dari 10 Mbps sampai 20 Mbps. Sedangkan Half-Duplex Hub hanya dapat digunakan untuk komunikasi satu arah dengan bandwith setengah dari bandwith untuk Hub Full-Duplex.

Penyakelaran Hub

Penyakelaran Hub yakni Hub dapat langsung mengganti port antara yang satu dengan yang lain. Cara kerjanya mirip dengan Hub untuk Full-Duplex. Dan memiliki bandwith 10 Mbps per saluran untuk tiap port

Fungsi Switch

Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan Hub yakni untuk menghubungkan komputer-komputer dalam jaringan atau antar jaringan lokal tersebut dengan jaringan yang lebih besar lagi seperti Internet.

Cara Kerja Switch

Cara kerja switch mirip juga dengan cara kerja Hub hanya saja switch biasanya sudah dilengkapi dengan Mikroprosessor sehingga ia lebih pintar dibandingkan dengan Hub. Selain itu Switch juga memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Hub dan juga bandwidth yang lebih tinggi. Namun harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan Hub.

3. Bridges

Bridge adalah perangkat yang terdiri atas hardware dan software. Dia dapat berdiri sendiri (tidak terpasang ke komputer).

Tujuan digunakannya Bridge

• Untuk mengisolasi jaringan dengan alamat MAC
• Untuk mengatur lalu lintas jaringan dengan pemfilteran paket.
• Untuk menerjemahkan dari satu protokol ke protokol yang lain.

Karakteristik Bridge Segmen ke Segmen

Ada dua tipe bridge yakni Local Bridge dan Remote Bridge.
Local Bridge digunakan untuk jaringan lokal yang terpisah. Dimana 2 segmen tersebut secara fisik cukup dekat seperti : di dalam gedung yang sama, dan sebagainya.
Remote Bridge, biasa digunakan secara berpasangan dan jaringan secara sedikit terpisah namun bukan jaringan lokal. 2 segmen biasanya terletak cukup jauh misalnya dalam gedung yang berbeda, floor yang berbeda dan sebagainya. Remote bridge adalah setengah dari bridge biasa dan dapat menggunakan beberapa media komunikasi yang berbeda.

  Metodologi Bridge

Ada 3 metodologi bridge yang utama yang digunakan untuk menghubungkan LAN yakni :
• Transparant Bridges
• Spanning Tree Protocol
• Souce Routing

Transparant Bridges biasanya dibangun untuk membantuk koneksi dari jaringan Ethernet. Spanning Tree Protocol biasanya dibangun untuk meningkatkan kemampuan dari Transparant Bridges. Source Routing Bridges biasanya digunakan oleh Token Ring. Source Routing Bridges membutuhkan pemahaman konsep dari Token Ring.

Alasan Digunakannya Bridge

Ada 4 alasan mengapa digunakan Bridge yaitu :
1. Keamanan : Lindungi atau hentikan jaringan dari mengirimkan data yang sensitif.
2. Bandwith : mengurangi lalu lintas dengan segmentasi
3. Reliability : jika satu segmen jatuh atau gagal, maka dia tidak akan menganggu kinerja keseluruhan jaringan.
4. Translasi : Mentranslasikan Data Link Protokol yang berbeda seperti dari Token Ring ke Ethernet.

Pengalamatan Bridge

Bridge bekerja pada Data Link Layer dan mengenali Alamat MAC. Spanning Tree Protocol menambahkan sebuah Bridge Protocol Data Unit (DPDU) untuk Bridge untuk komunikasi Bridge. Source Route Bridge dan Token Ring menyediakan Komunikasi Data Link Layer khusus .

4. Routers

Router adalah perangkat yang berupa hardware dan software. Dia dapat dipasang pada collapsed backbone, juga sebagai perangkat yang berdiri sendiri (rack mount atau dekstop) atau software yang dapat berjalan sebagai server file dengan 2 NIC.

Tujuan dipakainya Router

Tujuan dipakainya Router adalah untuk menghubungkan titik-titik yang melewati sebuah internetwork tanpa memperhatikan dari lapisan fisik dan protokol Data Link Layer yang digunakan. Router dapat mengetahui jenis protokol Network Layer yang digunakan seperti : Novell’s IPX, Unix’s IP, XNS, Apples DDP, dan sebagainya. Tetapi dia tidak dapat mengenali beberapa tipe media atau frame yang digunakan seperti Ethernet, Token Ring, FDDI, X.25 dan sebagainya.

 Pengalamatan Router

Router mengkombinasikan Nomor Network dan Alamat Node untuk membuat alamat sumber dan destinasi dalam jalur Network Layer PDU dapat melewati jaringan. Router harus mengetahui nama dari segmen yang akan dilewati dan juga nama segmen atau nomornya yang akan dari PDU. Dia juga harus mengetahui alamat Node yakni : alamat MAC untuk Novell dan alamat IP untuk TCP/IP.

Saturday, November 10, 2012

NYI POHACI


Mitos Nyi Pohaci/Sanghyang Asri/Dewi Sri
MINGGU,11 NOVEMBER 2012
Mitos Nyi Pohaci Oleh Prof. Drs. JAKOB SUMARDJO. SIAPA yang tidak mengenal mitologi Nyi Pohaci di Jawa Barat ini? Orang mungkin telah kenal ceritanya, kulitnya, tetapi apa yang ada di balik cerita itu sudahkah dikenalnya? Seperti halnya mitologi umat manusia di mana pun, mitologi Sunda mengandung pula filsafat atau struktur pemikiran di dalamnya. Mitologi ini menjawab pertanyaan sangkanparan, asal-usul atau genesis ekologi Sunda tempat nenek moyang- orang Sunda dahulu hidup. Tentu saja mitologi ini banyak versinya untuk setiap wilayah Sunda. Di sini hanya akan dipakai tiga sumber tertulis saja, yakni Pantun Sulanjana (transkripsi Ajip Rosidi), Wawacan Nyi Pohaci (versi Bandung), Wawacan Pohaci Terus Dangdayang (versi Bandung). Saya kira versi-versi lain akan mirip dengan ketiga sumber tersebut, meskipun tetap ada perbedaan- perbedaan, pola dasarnya akan tetap sama. Siapakah Nyi Pohaci yang termasyhur itu? Nyi Pohaci tidak dilahirkan oleh siapa pun. Ia berasal dari sebutir telur. Dan telur itu semula berasal dari tetesan air mata Dewa Naga Anta (dunia bawah). Pada awalnya Dewa Guru (dunia atas) mau membangun istananya. Semua dewa bergotong royong membangun Bale Mariuk - Gedong Sasaka Domas. Hanya Naga Anta tidak dapat ikut membangun, karena tidak punya tangan untuk bekerja. Batara Narada, wakil Dewa Guru, memarahi habis-habisan Naga Anta. Sang Naga menangis oleh keterbatasan kodratinya, mau tetapi tidak mampu. Dalam menangis itu Naga Anta meneteskan tiga air mata. Tetesan itu serta merta berubah menjadi tiga butir telur. Ketiga telur itu dibawa Naga Anta kepada Dewa Guru dengan cara digigit. Di tengah jalan ia ditegur Elang, tetapi tidak dijawab, karena mulutnya menggigit tiga telur. Elang marah dan menyambar Naga Anta, akibatnya dua telur jatuh di bumi dan menjadi Kakabuat dan Budug Basu (semacam babi hutan). Hanya sebutir telur sampai di depan Dewa Guru. Setelah Naga Anta disuruh mengeraminya, maka dari telur itu keluarlah seorang bayi perempuan yang cantik, dinamai Nyi Pohaci. Bayi disusui sendiri oleh istri Dewa Guru, Dewi Umah. Setelah Nyi Pohaci remaja, Dewa Guru bermaksud memperistrinya. Akan tetapi Nyi Pohaci jatuh sakit dan mati. Oleh Dewa Guru, mayat Nyi Pohaci diperintahkan untuk dikubur di dunia tengah (tempat tinggal manusia). Dari kuburan Nyi Pohaci muncullah macam tanaman yang amat berguna bagi manusia Sunda. Kepalanya menjadi pohon kelapa. Mata kanannya menjadi padi biasa (putih). Mata kirinya menjadi padi merah. Hatinya menjadi padi ketan. Paha kanan menjadi bambu aur. Paha kiri menjadi bambu tali. Betisnya menjadi pohon enau. Ususnya menjadi akar tunjang. Rambutnya menjadi rumputan. Pendek kata, semua tumbuhan yang amat dibutuhkan masyarakat Sunda berasal dari tubuh Nyi Pohaci. Tetapi segala tanaman tadi selalu dirusak oleh Kalabuat dan Budug Basu. Untunglah Yang Maha Wenang menciptakan Jaka Sadana (Sulanjana), Sri Sdana, dan Rambut Sadana, yang juga disebut Talimenar dan Talimenir, yang berasal dari tiga tetes air matanya. Ketiganya bertugas memelihara segala tanaman yang dibutuhkan masyarakat Sunda tersebut (pantun Sulanjana). Dewa Guru memerintahkan Batara Semar untuk mengembangbiakkan tanaman-tanaman itu di Kerajaan Pajajaran. Begitulah inti mitologi itu. Jadi Nyi Pohaci adalah berkah hidup masyarakat Pajajaran. Dari kematiannya tumbuh kehidupan. Tanpa Nyi Pohaci, masyarakat Sunda tidak memperoleh sumber kehidupannya. Itulah sebabnya masyarakat Sunda di zaman pertaniannya dulu amat menghormati Nyi Pohaci. Pola pikir Sunda Di mana letak segi rasionalitasnya? Pikiran orang modern membutuhkan pola pikir Sunda di balik mitologi itu. Rasionalitas dari mitologi itu terletak pada pola tritangtu Sunda. Pola tiga ini banyak hadir dalam realitas kesadaran masyarakat Sunda untuk memaknai realitas faktual ruang Sunda. Pola hubungan tiga ini ada dalam pengaturan kampungnya, pengaturan rumah tinggalnya, pengaturan ekologinya (leuweung, lembur laut), pola tenunnya, pola peralatannya, dan banyak lagi. Dasar dari semuanya ini adalah pola kosmiknya yang holistik. Ada langit (dunia atas), ada bumi (dunia bawah) dan ada dunia manusia (dunia tengah). Ketiganya membentuk kesatuan tiga, yang kalau digambarkan secara modern akan berbentuk segitiga sama kaki. Di puncak segitiga adalah dunia atas (langit), dan di dasar segitiga ada dunia bawah (bumi) dan dunia tengah (manusia di atas bumi). Kampung Baduy rupanya dipasang dalam pola tiga kosmik ini. Kampung Cikeusik adalah dunia atas (langit, di puncak segi tiga) Cikertawana (dunia tengah) dan Cibeo (dunia bawah), keduanya didasar segi tiga. Begitu pula rumah Sunda buhun dibangun dalam pola ini. Atap (dunia atas, biasanya arah atap ke hulu dan hilir atau arah atas dan arah bawah), tempat tinggal keluarga (dunia tengah) dan kolong rumah (dunia bawah). Dalam mitologi Nyi Pohaci kita di atas, pola ini tetap dipakai. Dari mana asal segala tumbuhan keperluan hidup para petani Sunda di zaman dulu? Dari tubuh Nyi Pohaci. Dari mana asal Nyi Pohaci? Ternyata dari dunia bawah, dibawa ke dunia Atas, baru diturunkan di dunia tengah manusia Sunda (Buana Panca Tengah). Nyi Pohaci "lahir" dari sebutir telur bersamaan dengan dua butir telur yang lain. Dari tiga telur akibat penderitaan Naga Anta itu (menangis) hanya satu telur yang sampai di dunia atas (Dewa Guru). Dua telur yang lain jatuh di bumi manusia (dunia tengah). Nyi Pohaci merupakan satu- satunya telur yang menjadi "manusia" di dunia atas, sedang dua telur yang lain ada di dasar segi tiga kita. Nyi Pohaci yang tumbuh di dunia atas ini, mati di dunia atas pula. Kematiannya karena dicintai "pembesar" atau "penguasa" dunia atas, Dewa Guru. Maka ia dikirim ke dunia tengah dan menjadi segala jenis tanaman di sana. Dengan demikian, segala tanaman itu adalah wujud emanasi mahkluk dunia atas, karenanya sakral. Orang tidak boleh memperlakukan segala tanaman itu seenaknya sendiri, harus ada rasa hormat yang dalam untuk memanfaatkannya. Di sini terlihat bahwa Nyi Pohaci dimusuhi oleh dua asal kodratnya yang sama, Kalabuat dan Budugbasu. Tanaman dan hama itu sebenarnya merupakan dua pasangan antagonistik. Setiap kehidupan muncul, selalu ada pasangan kematiannya. Setiap ada tanaman, selalu ada hama perusaknya. Dua kenyataan berbalikan itu harus diterima manusia. Berkah dan malapetaka itu berasal dari sumber yang sama. Dalam saat yang demikian Yang Maha Wenang menganugerahkan pemecahanNya, yakni mengirimkan tiga pasangan pemusnah hama. Masing-masing Jaka Sadana, Sri Sadana dan Rambut Sadana, atau Sulanjana, Talimenar dan Talimenir. Dalam alam pikiran masyarakat Sunda- Islam, Kalabuat dan Budugbasu ada di bawah pimpinan Idajil.
Mitologi Nyi Pohaci mengajarkan bahwa semua tanaman yang memberikan manfaat hidup kepada manusia berasal dari dunia atas. Segala ancaman hama dan kerusakan itu berasal dari dunia tengah. Dunia manusia itu tidak sempurna, meskipun telah dihadirkan "yang sempurna" dari dunia atas. Kesempurnaan atau kebaikan semacam itu sebenarnya lebih bersifat rohani-adikodrati. Pola tiga ini distruktur dengan jalan "harmoni" Bawah-Atas terlebih dahulu. Nyi Pohaci berasal dari setetes air mata Naga Anta yang bermakna rohani- adikodrati dunia bawah. Dari dunia bawah (bumi) dibawa ke dunia atas (langit), baru diturunkan ke dunia tengah manusia. Struktur hubungan bawah - atas - tengah ini terdapat di berbagai mitologi Sunda yang lain, misalnya pada wawacan Guru Gantangan. Nyi Pohaci adalah hasil harmonisasi dunia bawah dan dunia atas, sehingga lebih menekankan segi skralitasnya, atau kesempurnaan dan kebaikannya. Cara berpikir atas - bawah - tengah ini melambangkan bersatunya unsur bumi dan langit atau tanah dan air (hujan) dalam kehidupan orang peladang, yang akan menumbuhkan segala jenis tanaman yang dibutuhkan masyarakat Sunda. Di dunia tengah (manusia) berlaku hukum kausalitas, yakni segala tumbuhan akan subur kalau air hujan bertemu dengan tanah. Rusaknya tanaman juga terjadi karena hukum kausalitas, yakni dimakan hama. Tetapi terjadinya tiga butir telur dari tiga titik air mata di dunia bawah tidak berlaku hukum kausalitas, tetapi hukum spontanitas. Bagaimana bisa dimengerti oleh manusia bahwa tiga tetes air mata dapat menjadi tiga butir telur. Dan tiga butir telur tiba- tiba menjadi tiga mahluk hidup, Kalabuat, Budugbasu, dan Nyi Pohaci? Bagaimana pula dapat dipahami oleh hukum kausalitas dunia manusia, kalau tubuh Nyi Pohaci dapat menjadi berbagai jenis tumbuhan? Semua itu terjadi atas dasar hukum rohaniah spontanitas (jadi, maka jadilah). Alam rohani itu bekerja bukan berdasarkan hukum sebab- akibat manusia. Manusia itu lahir akibat hubungan seksual lelaki dan perempuan. Tetapi Nyi Pohaci bukan hasil kerja seksual siapa pun. Nyi Pohaci itu berasal dari setetes air mata Dewa Anta, jadi seksual atau nonseksual, itulah sebabnya ia keramat. Dan yang keramat itu akan membawa berkat bagi manusia. Jadi, mitos Nyi Pohaci mengandung hasil renungan pemikiran manusia Sunda lama tentang bagaimana asal-usul adanya segala macam tumbuhan yang amat bermanfaat bagi masyarakat Sunda. Bagaimana berbagai jenis padi itu ada. Bagaimana bambu itu ada. Bagaimana jenis tanaman merambat itu ada. Bagaimana pohon enau itu ada? Bahkan bagaimana rumput-rumput itu ada. Semua itu diperlukan orang Sunda setiap hari bagi kepentingan kelangsungan hidupnya. Padi untuk makanan pokok. Tanaman merambat untuk makanan tambahan. Rumput untuk ternak. Bambu untuk rumah. Dari pohon enau diperoleh ijuk untuk atap rumah. Enau juga menghasilkan tuak untuk kepentingan upacara religi. Dan masih banyak lagi rinciannya. Semua itu dari mana asalnya? Tentu bukan dari usaha manusia sendiri. Semua itu hadir secara eksistensial berkat hukum spontanitas dunia rohani tadi. Tentu saja pola pikir yang demikian itu bukan monopoli manusia Sunda. Semua mitologi umat manusia berpola demikian. Persoalannya bagaimana alam lingkungan yang tersedia bagi manusia Sunda diberi tanggapan lewat realitas kesadarannya (budaya). Alam lingkungan Sunda ditanggapi oleh manusia- manusianya dengan hidup berladang (huma). Pilihan hidup berhuma inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan eksistensial, dari mana tanaman padi yang ajaib itu (makanan pokok yang memungkinkan hidup terus berlangsung) berasal? Karena huma bergantung pada hujan, maka alamat langit sebagai "pemberi hujan" menjadi lebih penting dari bumi-tanah yang kering. dan "basah" (hujan) adalah asas "perempuan". Maka semua tumbuhan itu asalnya dari tubuh perempuan dunia atas, Nyi Pohaci. Pemberi hidup itu adalah indung, ibu. Dan lelaki itu melengkapi.
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0105/29/khazanah/index.htm